[SALAH] Foto “Italia. Tidak ada lagi ruang yang tersedia di rumah sakit. #CoronavirusLockdown”

BUKAN di Italia, lokasi yang benar dari foto-foto yang dibagikan adalah Zagreb (Kroasia).

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

Akun “Saleem Naz” (twitter.com/Saleemnaz2120), sudah dibagikan 31,347 kali per tangkapan layar dibuat.

http://archive.md/6yvdY (arsip cadangan).

======

NARASI

“Ini dari Italia. Tidak ada lagi ruang yang tersedia di rumah sakit. Tolong jangan keluar dari rumah Anda untuk 14 hari ke depan. #CoronavirusLockdown”.

(“This is from Italy. No more spaces are available in hospitals. Please do not step out of your homes for next 14 days. #CoronavirusLockdown”.)

======

PENJELASAN

(1) First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”

Selengkapnya di http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S.

* SUMBER membagikan foto-foto korban gempa bumi yang terjadi di Zagreb, Kroasia.

* SUMBER menambahkan narasi yang salah yang menyebabkan kesimpulan keliru.


(2) EcoWatch: “Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala Richter melanda Zagreb, Kroasia pagi ini – yang terkuat dalam 140 tahun! Hatiku hancur melihat rumah sakit dievakuasi seperti ini selama #coronavirus dengan pasien dan ibu dengan bayi mereka yang baru lahir kedinginan”

Google Translate, selengkapnya di “5.4 Gempa Bumi Guncang Ibukota Kroasia, Memaksa Warga Keluar dari Coronavirus Lockdown” http://archive.md/QRtSH (arsip cadangan).

Cadangan cuitan yang dikutip di artikel di http://archive.md/vNN9G (dalam bahasa asli, English).

======

REFERENSI

(1) INDEPENDENT: “Setidaknya 17 orang terluka setelah gempa berkekuatan 5,3 skala Richter melanda ibukota Zagreb

Bayi yang baru lahir harus dievakuasi dari rumah sakit bersalin setelah gempa kuat mengguncang Kroasia selama penguncian sebagian coronavirus .

Gempa berkekuatan 5,3 skala Richter – terbesar yang menghantam ibu kota Zagreb dalam 140 tahun – menyebabkan sedikitnya 17 orang terluka dan menyebabkan kerusakan luas pada bangunan. Seorang gadis berusia 15 tahun berada dalam kondisi kritis, menurut pihak berwenang.”

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *