bpd

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Labura 2020

BPD, Badan Permusyawaratan Desa.

LABURA.NET – Hari ini (18/04) sebanyak 82 (delapan puluh dua) Desa di Labura melakukan pemilihan anggota BPD. BPD adalah singkatan dari badan permusyawaratan desa, bukan Badan Perwakilan Desa.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam sistem pemerintahan desa sekarang ini menempati posisi yang sangat penting. Tapi sebenarnya, apa saja tugas para anggota BPD yang terhormat itu sehingga menjadi begitu penting bagi warga desa? Inilah penjabaran dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia No 110 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa.

Fungsi BPD adalah membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat desa dan melakukan pengawasan kinerja kepala desa. Dari tiga tugas ini sudah jelas BPD adalah lembaga yang memiliki kekuatan dalam dalam menyepakati peraturan desa yang bakal menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan desa.

BPD juga memiliki kekuatan untuk menyampaikan aspirasi warga. Penyampaian aspirasi dilakukan melalui beberapa tahap kerja yakni, BPD harus melakukan penggalian aspirasi masyarakat, menampung aspirasi masyarakat yang disampaikan ke BPD dan mengelola aspirasi masyarakat sebagai sebuah energi positif dalam merumuskan langkah kebijakan desa.

BPD juga menyalurkan aspirasi dari warga desa pada Kepala desa yang kemudian dijadikan pedoman oleh kepala desa beserta jajarannya dalam melaksanakan program pembangunan desanya. Hebatnya, BPD juga sekaligus memiliki kekuatan untuk mengawasi proses pembangunan desa dalam seluruh aspek. Ini menunjukkan betapa kuatnya BDP dalam ranah politik dan sosial desa.

Selain itu BPD juga berhak menyenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) pada agenda-agenda yang mengharuskan adanya Musdes, salah satunya Musdes membahas rencana lahirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sekaligus MUSDES adalah salahsatu lembaga yang bakal mengawasi jalannya proses yang berjalan pada BUMDes.

Pemilihan BPD di Labura berdasarkan suara, pemilik suara biasanya dihunjuk oleh masyarakat dari tiap dusun dan diajukan oleh kadus masing masing, bisa jadi tokoh masyarakat, tokoh agama, dll.

Banyaknya jumlah pemilih, tergantung mekanisme desa masing masing.

Jadi bapak bapak ibu yang terpilih sebagai anggota BPD, tolong disampaikan aspirasi masyarakat kepada kepala desa.
Sering-sering musyawarah sama masyarakat, bawa hasil musyawarah tersebut kepada kades.

Jangan nanti BPD setelah terpilih suaranya malah gak ada, malah mendukung semua kebijakan kades padahal blm tentu semuanya bermanfaat. Kebijakan kades yg baik harus didukung, kira kira kurang bermanfaat harus ditinjau ulang atas hasil musyawarah.

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *