Inilah 8 Macam Virus Mematikan di Dunia Sebelum Corona

LABURA.NET – Virus corona covid-19 saat ini menjadi virus berbahaya di dunia. Hal itu terlihat dari total kasus kematian lebih dari 69 ribu orang di seluruh dunia.

Namun, rupanya virus corona ini bukanlah salah satu virus mematikan yang baru. Dalam sejarah peradaban dunia tercatat bahwa terdapat beberapa pandemi yang terjadi dan mengakibatkan kematian dalam jumlah yang tinggi.

Berikut merupakan rangkuman dari beberapa virus mematikan yang terjadi di dunia sebelum munculnya virus corona covid-19:

Flu Spanyol H1N1

virus hiv

Jenis virus mematikan pertama yang pernah muncul di dunia adalah virus yang menyebabkan flu spanyol H1N1. Terjadi pada masa perang dunia pertama, virus ini cukup mengakibatkan kasus kematian dengan jumlah yang luar biasa di seluruh dunia.

Flu Spanyol dilaporkan mengakibatkan kasus kematian sebanyak 50 juta orang. Dengan angka yang tinggi tersebut menyebabkan virus ini dikategorikan virus yang mematikan tercepat di dalam sejarah.

Jenis virus ini disebut dengan Flu Spanyol karena Spanyol merupakan daerah dengan korban jiwa terbanyak yakni delapan juta jiwa.

Virus Dengue

ilustrasi nyamuk malaria

Virus mematikan kedua yang terkenal adalah virus dengue. Dengan nyamuk sebagai perantaranya, membuat virus ini menyebar dengan cepat di wilayah-wilayah yang kurang terjaga kebersihan lingkungannya.

Secara langsung, nyamuk yang membawa virus dengue ini kemudian menularkan ke manusia dengan gigitan hingga menyebabkan gangguan kesehatan pada tubuh manusia dengan sebutan demam berdarah.

Dilansir pada Liputan6, Indonesia pada dasarnya memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran virus dengue. Sebab, iklim lembab dapat menjadikan Indonesia tempat yang baik bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Hal tersebut didukung dengan data yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan bahwa kasus demam berdarah telah merenggut nyawa 104 orang dalam kurun waktu Januari hingga awal Maret 2020.

Flu Burung

ilustrasi flu burung

Virus mematikan kedua yang pernah ada dalam sejarah medis di dunia adalah flu burung. Flu burung sempat menjadi pandemi dunia. Indonesia pun menjadi salah satu daerah yang terkena imbasnya.

Kasus pertama flu burung terjadi pada tahun 1997 hingga menimbulkan korban jiwa dengan angka yang tinggi. Sekitar 60 persen penduduk dunia menjadi korban keganasan virus flu burung dengan unggas sebagai media penularannya.

Virus mematikan ini dianggap berbahaya lantaran adanya pemicu protein inflamasi dengan jumlah hingga 10 kali lebih banyak dibandingkan dengan flu H1N1.

Sehingga, akibat yang ditimbulkan juga lebih parah yakni dapat menyebabkan peradangan protein pada sel tubuh manusia. Peradangan protein tersebut kemudian menyebabkan gangguan pernapasan hingga membahayakan jiwa orang yang terpapar flu burung.

Beberapa gejala yang dapat terjadi yakni pada dasarnya sama dengan flu biasa. Namun, beberapa kasus terjadi dengan gejala diare, muntah, dan lain sebagainya.

HIV

ilustrasi hiv

Virus mematikan selanjutnya yang muncul sebelum virus corona adalah HIV (The Human Immunodeficiency Virus). Virus ini pada umumnya menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan media penularannya sebagian besar melalui kontak fisik.

Dengan kontak fisik, cairan tubuh penderita dapat ditularkan kepada orang lain. Selain itu, virus ini juga dapat ditularkan melalui ibu hamil yang terinfeksi HIV pada bayi yang dikandungnya.

Data WHO pada tahun 2018 menyebutkan bahwa virus HIV ini menyerang hingga lebih dari 37 juta penduduk di seluruh dunia. Jumlah korban tertinggi yaitu di Benua Afrika (16.3 juta), disusul dengan Benua Amerika (2.4 juta), Asia Tenggara (2 juta), dan Eropa (1.4).

Virus Ebola

ilustrasi virus ebola

Ebola adalah jenis virus mematikan selanjutnya yang muncul sebelum virus corona. Virus ini diklaim pertama kali ditemukan di sungai Ebola, Zaire, Afrika pada tahun 1976.

Dilansir pada Halodoc, Virus yang pada awalnya hidup di tubuh hewan tersebut kemudian menjangkiti dan berkembang biak di tubuh manusia melalui darah hewan yang sudah terkontaminasi oleh virus ebola.

Kasus terakhir yang terdata pada CDC adalah pada tahun 2018. Kementerian Kesehatan Republik Kongo menyatakan terdapat kasus virus Ebola di Provinsi Kivu Utara.

Beberapa gejala yang dirasakan pada pasien terinfeksi virus ebola adalah demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan sebagainya. Gejala selanjutnya yang mengiringi adalah muntah, diare, serta gangguan ginjal dan hati.

Virus Marburg

virus hiv

Virus mematikan sebelum corona selanjutnya adalah virus Marburg. Dilansir pada WHO, virus ini ditemukan pertama kali di Jerman dan Serbia pada tahun 1967 dan memiliki kesamaan dengan virus Ebola.

Beberapa gejala khas yang ditimbulkan oleh virus ini adalah gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, kelemahan otot, hepatitis, dan lainnya.

Data terakhir WHO menyebutkan bahwa virus ini diteliti lebih lanjut menggunakan sampel monyet hijau Afrika (Cercopithecus aethiops) di Uganda pada tahun 2017.

Rabies

anjing dan kucing

Virus mematikan selanjutnya adalah rabies. Salah satu virus yang muncul sebelum virus corona ini digolongkan sebagai neutropika dengan penularannya melalui air liur hewan kepada manusia.

Dampak yang ditimbulkan oleh virus ini termasuk fatal. Sebab, virus ini menyerang otak dan sistem saraf manusia saat gejalanya mulai berkembang.

Dilansir pada Halodoc, orang yang memiliki faktor risiko tinggi untuk terinfeksi rabies adalah orang yang tinggal atau bepergian ke negara berkembang, orang yang gemar untuk beraktivitas di alam terbuka, peneliti virus rabies, dan orang yang memiliki luka terbuka pada daerah kepala atau leher.

Di Indonesia, angka tertinggi kasus rabies terjadi pada tahun 2010 dengan membunuh 78 orang di Bali.

Namun, virus ini telah memiliki vaksin yang dapat diinjeksikan di dekat lokasi gigitan ataupun lengan selama 14 hari karantina.

Herpes B

004 tantri setyorini

Virus yang mematikan sebelum corona muncul adalah herpes B. Telah diketahui bahwa virus herpes B telah menginfeksi manusia purba sejak 80 juta tahun yang lalu.

Lalu, herpes B kemudian muncul kembali pada tahun 1932 dengan tingkat kematian yang cukup tinggi. 21 kasus dari 31 kasus di antaranya meninggal dunia.

Pada dasarnya, virus ini menyerang sistem saraf dengan gigitan hewan terinfeksi sebagai salah satu media perantaranya.

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *