unjukrasa mahasiswa naixx ptmas

Unjuk Rasa Ikatan Mahasiswa Na IX-X di PT. MAS, Aek Kota Batu

LABURA.NET – Pada hari Selasa, 1 September 2020, Ikatan Mahasiswa Na IX-X, menggelar aksi unjuk rasa di PT. MAS, Aek Kota Batu, Labuhanbatu Utara.

Dalam tuntutannya, kelompok Mahasiswa tersebut menjelaskan bahwa, PT.MAS (Mutiara Nusa Agro Sejahtera) merupakan pabrik Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) yang berada di Kelurahan Aek Kota Batu, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Keberadaan pabrik ini awalnya diharapkan mampu memberikan dampak positif, baik dari segi pembangunan daerah maupun dari segi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat sekitar.

Menurut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 35 Tahun 2010 tentang pedoman teknis kawasan industri dinyatakan bahwa ada beberapa kriteria dalam penentuan lokasi kawasan industri, di antaranya adalah bahwasanya jarak terhadap pemukiman minimal 2 kilometer, tetapi pada kenyataannya di kawasan instri PT MAS banyak sekali pemukiman yang jaraknya sangat dekat yakni kurang dari 2 kilometer. Hal ini tentu akan membawakan dugaan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Harapan pembangunan suatu negara, pada kenyataannya kami menduga telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) untuk memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagaimana tertuang dalam Pasal 28 H Ayat 1 UUD NRI Tahun 1945 yang menyatakan bahwasanya setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

unjuk rasa mahasiswa ptmas
Sumber Foto: Potret Labura
Dampak negatif lebih mengarah pada lingkungan fisik, seperti adanya pencemaran dan limbah yang dihasilkan oleh industri yang akan berpengaruh terhadap kondisi udara, kondisi air, dan kondisi tanah. Seperti halnya yang terjadi di sekitar PT MAS yang terkena dampak industri seperti dugaan pencemaran di sekitar pabrik. Kami menduga telah terjadi pelanggaran Pasal 20 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Baku Mutu Lingkungan Hidup.

Menurut wawancara penduduk yang tinggal berdekatan dengan pabrik tersebut, mereka merasakan dampak polusi yang diduga dihasilkan oleh PT MAS. Kondisi sumber air bersih sungai di pemukiman warga mempunyai kualitas buruk, berbau dan berwarna diduga berasal dari limbah cair yang dibuang oleh pabrik. Untuk kondisi udara di sekitar pemukiman pun dirasa penduduk sangat mengkhawatirkan, berupa asap berwarna putih dan menghalangi pandangan mata diduga berasal dari cerobong asap pabrik.

Setelah diduga melakukan pencemaran lingkungan, PT MAS juga terindikasi belum melakukan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan baik berupa upaya penghentian dugaan pencemaran dan pelaksanaan program pembangunan SDM terhadap masyarakat terdampak dugaan pencemaran. Sebagaimana diatur dalam Pasal 74 Nomor 40 Tahun 2007.

Tak jarang juga asap pabrik yang diduga dari PT. MAS juga sampai kewilayah Kecamatan Marbau. Khususnya daerah Kampung Baru dan Bulu Telang, Desa Aek Tapa.

unjuk rasa mahasiswa
Sumber Foto: Potret Labura
    Tuntutan mahasiswa dalam aksi unjuk rasa tersebut, yaitu menuntut :

  1. Pimpinan PT MAS menyampaikan informasi terbuka terkait dugaan pencemaran lingkungan udara dan air yang dilakukan oleh perusahaan.
  2. Pimpinan PT MAS dapat segera menghentikan aktifitas yang kami duga telah mencemari lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara transparan dan memberikan laporan prosesnya kepada masyarakat.
  3. Memberikan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang terdampak dugaan pencemaran lingkungan.

Besar harapan perjuangan rekan-rekan mahasiswa NA IX-X membuahkan hasil, dan semoga i’tikad baik untuk menghindari pencemaran lingkungan dan menjaga kelestarian alam dan lingkungan di kecamatan NA IX-X dapat terealisasikan. (FB: Potret Labura)

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *