Tokoh Masyarakat Suku Pakpak Kecam Isu Sara di Medsos

LABURA.NET – Bertempat di halaman tugu pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat Jl Ring Road Laembalno-RSUD Salak. Jum’at (02/10). Para tokoh perwakilan marga-marga suku Pakpak yang berada di Kabupaten Pakpak Bharat Sumut melakukan ikrar pernyataan sikap. Pernyataan sikap tersebut dilakukan para tokoh marga-marga suku Pakpak sebagai wujud kekesalan dan kecaman keras terkait dugaan isu sara yang mengaitkan suku ras yang viral beredar di medsos beberapa hari lalu.

Ujaran kebencian itu di duga keras dilakukan oleh oknum salah satu tim sukses calon Bupati/Wakil Bupati Pakpak Bharat Sumut. Di khawatirkan akibat Perbuatan yang dilakukan oleh oknum terkait isu viral di medsos itu dapat berakibat pada kekhawatiran warga suku Pakpak di seluruh penjuru.

Menyikapi dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, dalam hal itu atas inisiatif bersama, sejumlah tokoh suku Pakpak dari masing-masing perwakilan marga-marga yang ada di Pakpak Bharat diantaranya Marga Berutu, Padang, Bancin, Solin, Boangmanalu, Manik, Banurea, Cibro, Bancin, Sinamo, Tinendung, Padang Batanghari, Limbong, Sitakar, Angkat, Maharaja, Tumangger, dan Marga Munthe, melakukan pernyataan sikap dengan mengikrarkan dan di tandatangani bersama oleh masing-nasing perwakilan tokoh marga-marga suku Pakpak yang berada di Pakpak Bharat.

Adapun isi pernyataan sikap tersebut sebanyak lima poin yang dibacakan oleh bapak Nasrun Bancin disaksikan para tokoh dan sejumlah warga yang hadir. Berikut isi surat pernyataan sikap dimaksud yang di kutip media Pirnas yakni: ” Para tokoh marga-marga suku Pakpak menyatakan bahwa seluruh masyarakat suku Pakpak dimanapun berada khususnya di Kabupaten Pakpak Bharat adalah masyarakat yang harmonis dan bersahabat kepada semua suku, memiliki adat-istiadat dan berbudaya luhur yang di atur dalam tatanan kehidupan, “SULANG SILIMA SUKU PAKPAK YANG TERDIRI DARI UNSUR SICIRANGGUN ISANG-ISANG, SICIRANGGUN TULAN TENGAH, PEREKUR-EKUR, BERRU DAN PUANG” yang di dalamnya selalu menjamin keharmonisan sehari-hari masyarakat yang HETEROGEN, sangat mencintai keberagaman, saling hormat menghormati dalam bingkai BHINEKA TUNGGAL IKA DAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA.”

Selanjutnya, “bahwa adat istiadat dan budaya leluhur kami suku Pakpak sangat mengajarkan supaya menggelar tikar bagi suku apa saja tamu yang datang ke daerah Kabupaten Pakpak Bharat. Untuk itu, para tokoh melalui perwakilan marga-marga Pakpak melalui media ini menyerukan “bilamana ada oknum yang mengeluarkan kata-kata yang berbau isu “SARA” maka dengan tegas kami sampaikan bahwa kami pun suku Pakpak sangat “KECEWA” dan perlu kami sampaikan bahwa pernyataan dengan kata-kata ujaran kebencian tersebut sungguh-sungguh tidak mewakili marga-marga suku Pakpak yang ada di Kabupaten Pakpak Bharat yang kita cintai ini.”

“Untuk mengantisipasi terganggunya rasa kekhawatiran dalam hal-hal yang tidak kita inginkan bersama dalam hubungan baik antar sesama dalam tatanan hidup bersama dan juga masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat yang berada di luar daerah Pakpak Bharat, maka dalam hal ini kami seluruh tokoh marga-marga suku Pakpak di Kabupaten Pakpak Bharat Sumut dengan kerendahan hati yang paling dalam meminta maaf yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang merasa ikut terganggu atas ucapan yang dilakukan oleh oknum tersebut, maka dengan ini kami jamin dan nyatakan bahwa “TIDAK ADA MASALAH USIR MENGUSIR DARI TANAH PAKPAK DI KABUPATEN PAKPAK BHARAT PROVINSI SUMUT.”

Demikian sepenggal pernyataan sikap dimaksud yang di ikrarkan para tokoh marga-marga suku Pakpak yang di bacakan oleh tokoh Nasrun Bancin di saksikan seluruh perwakilan marga-marga suku Pakpak.

Pada kesempatan itu, Nasrun Bancin dalam keterangan persnya kepada sejumlah wartawan mengatakan, “aksi pernyataan sikap ini dilakukan adalah murni dan tidak ada unsur politik, melainkan bertujuan untuk kepentingan umum seluruh warga di manapun berada dalam menyikapi dan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama terkait adanya isu sara yang viral di medsos yang di duga dilakukan oleh oknum paruh baya yang mencoba mengaitkan suku yang lain di luar suku Pakpak demi mencapai suatu tujuanya.” Pungkasnya seraya berharap agar pihak aparat terkait sesegera mungkin mengungkap dan menindak oknum pelaku isu sara tersebut demi tercapai nya rasa ketenangan dan ketentraman di tengah-tengah warga.
(PC/JM)

Share WhatsApp

Shares

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like