Wartawan Diintimidasi Saat Meliput Demo Tolak UU Cipta Kerja di Medan

LABURA.NET – Kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis saat melakukan pekerjaan masih saja terjadi. Hal ini dialami oleh salah satu anggota PFI (Pewarta Foto Indonesia) Kota Medan, Raden Armand ketika meliput demo penolakan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat, 9 Oktober 2020.

Kekerasan yang diterima Raden Armand saat mengabadikan momen kekerasan oknum aparat kepada demonstran.

Armand yang juga jurnalis Indozone.id bercerita awalnya ia meliput di DPRD Sumut sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan ID pers, pakai helm dan patuh dengan protokol kesehatan.

Saat demo sudah rusuh, ada pendemo yang ditarik paksa seperti buronan, di situ dipukuli oleh oknum diduga aparat berpakaian seragam PDH. Jadi menurut Armand momen ini menarik dan langsung difoto. Selesai motret Armand menjauh, tiba-tiba ditarik oleh oknum diduga aparat berpakaian sipil.

“Lalu oknum tersebut mengatakan ‘Saya gak mau foto itu ada, saya mau foto itu dihapus’. Saya ditarik sampai dekat DPRD Medan. Dan sudah ada sekitaran 5 oknum yang mengelilingi dan memaksa meminta hapus dan berusaha menarik kamera saya,” ujar Armand, kepada wartawan, Sabtu (10/10/2020).

Oknum tersebut, tambah Armand, meminta beberapa foto pemukulan demonstran dihapus.

“Jadi karena sudah dikepung, saya terpaksa menunjukkan hasil jepretan dan beberapa hasil jepretan dihapus. Setelah itu mereka pergi,” ungkapnya.

Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kota Medan, Rahmad Suryadi, mengatakan, kejadian seperti ini bukan kali ini saja terjadi. Bahkan sudah beberapa kali menimpa anggota PFI Medan.

Rahmad berharap oknum aparat lebih bertanggung jawab dalam bertugas dan tidak melakukan tindakan represif terhadap siapapun, terlebih pada jurnalis yang sedang menjalankan tugas.

“Seharusnya oknum aparat sudah memahami bahwa kerja-kerja jurnalis dilindungi oleh Undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers dan tidak ada pembenaran untuk mengintimidasi jurnalis yang bertugas. Mudah-mudahan kejadian serupa tidak terulang lagi,” ungkapnya.
(mbd/Adm)

Share WhatsApp

Shares

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like