“Suara Kecil Anak Desa” Oleh: Boyke Simorangkir MPd

LABURA.NET – Dalam konsep ekonomi pembangunan sering kita jumpai kalimat “Dualisme Pembangunan” dimana percepatan pembangunan di daerah kota melaju begitu cepat yang berbanding terbalik dengan di daerah pedesaan.

Dualisme pembangunan akan memunculkan kesenjangan dan kecemburuan sosial antara masyarakat perkotaan dengan pedesaan. Dampak pembangunan yang tidak merata secara otomatis akan mempengaruhi roda kegiatan ekonomi masyarakat dalam arus perputaran barang dan jasa.

Perputaran arus barang dan jasa di pedesaan terkesan sangat merayap yang diakibatkan oleh dampak pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana di daerah pedesaan termarginalkan, yang mengakibatkan sendi-sendi perekonomian masyarakat dengan sendirinya berputar sangat lambat.

Hal ini sudah barang tentu merugikan masyarakat pedesaan terlebih dalam mendistribusikan hasil-hasil pertanian yang umumnya sumber penghasilan masyarakat pedesaan.

Bertolak dari hal ini konsep pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Calon Bupati Labura bapak Rizal Munthe yakni “JALAN MULUS EKONOMI BAGUS” adalah suatu konsep yang menurut penulis adalah konsep yang selama ini dinantikan oleh masyarakat Labuhanbatu Utara, khusunya masyarakat Kualuh Leidong dan kualuh hilir yang selama ini termarginalkan.

Semoga konsep itu dapat terealisasi bila Beliau (Bpk. Rizal Munthe) menjadi Pemimpin di Labuhanbatu Utara agar tidak dijumpai lagi kata “DUALISME PEMBANGUNAN”, yang menjadi jurang pemisah antara tatanan perekonomian masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan.

(T. Simo)

Share WhatsApp

0Shares

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *