Abang Bacok Adik Kandung di Tanjung Morawa Karena Tidak Senang Tinggal Satu Rumah

LABURA.NET – Seorang pria berinisal MJ harus mempertanggungjawabkan perbuatannya saat petugas Kepolisian Sektor Tanjungmorawa mengamankannya. Dia terbukti telah melakukan penganiayaan dan pembacokan terhadap adik kandungnya sendiri di Desa Buntu Bedimbar, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

“Pelaku membacok adik kandungnya sendiri berinisial BN hingga mengalami luka hingga mendapat 23 jahitan,” kata Kapolsek Tanjungmorawa AKP Sawangin Manurung.

Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Sawangin Manurung SH melalui Kanit Reskrim, Ipda Dimas Adit Sutono STrk mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di sebuah rumah yang ditempati pelaku dan korban, tepatnya Komplek PTPN II Desa Buntu Bedimbar, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

“Kejadiannya bermula saat korban dengan istrinya hendak menutup pintu kamar karena mau tidur,Tiba-tiba pelaku menendang pintu kamar itu yang mengakibatkan istri korban terjatuh. Korban pun merasa tidak terima hingga terjadi cek-cok,” katanya dilansir dari Antara.

Kemudian, pelaku langsung menyerang korban dengan menggunakan sebilah parang. Akibat kejadian itu, korban yang berinisial BN mengalami luka di bagian kepala, pergelangan tangan sebelah kanan, luka sobek pada bagian lutut sebelah kiri dan telapak kaki sebelah kanan.

Setelah itu, pelaku yang sudah puas membacok dengan membabi buta kemudian meninggalkan korban dengan kondisi tak berdaya. “Setelah mendapatkan perawatan medis, korban yang tidak terima atas kejadian itu lalu melaporkan ke Polsek Tanjung Morawa,” sebut lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2017 ini.

“Pelaku berhasil kita tangkap di Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa,” katanya.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku dirinya membacok korban karena tidak senang jika tinggal serumah.

“Pelaku membacok karena tidak senang bila adik kandungnya tinggal di rumah yang di tempati mereka,” katanya.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 351 KUHPidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

sdc

Share WhatsApp

Shares

Portal Berita dan Informasi Labura

You May Also Like