Pemkab Samosir Usulkan Percepatan Listrik Desa, Target Pemerataan Akses hingga 2029

LABURA.NET | Pemerintah Kabupaten Samosir mendorong percepatan pemerataan akses listrik bagi masyarakat melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029. Program ini diprioritaskan untuk menjangkau warga yang belum memiliki sambungan listrik, khususnya masyarakat kurang mampu di wilayah yang sulit dijangkau jaringan distribusi.

Upaya tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, dalam kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan serta fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung di Kantor PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara pada 7 Oktober 2026.

Forum tersebut melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PLN, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyelaraskan usulan lokasi pembangunan jaringan listrik dan mengidentifikasi berbagai kendala yang berpotensi menghambat pelaksanaan program.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap kebutuhan masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik. Menurutnya, kondisi geografis dan jarak antarpemukiman menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan jaringan listrik.

“Kami mengusulkan agar masyarakat yang tidak mampu dan sampai saat ini belum memiliki sambungan listrik dapat menjadi perhatian dalam Program Listrik Perdesaan. Jarak dari titik jaringan atau titik api ke permukiman masyarakat cukup bervariasi, sehingga diperlukan dukungan dan perhatian pemerintah provinsi maupun Kementerian ESDM agar kebutuhan masyarakat ini dapat ditindaklanjuti,” ujar Ariston.

Selain memperjuangkan perluasan akses listrik, Pemkab Samosir juga menyoroti pentingnya penataan kabel dan jaringan listrik agar pembangunan infrastruktur tetap memperhatikan keamanan, kenyamanan, serta keindahan lingkungan.
Pemkab Samosir Usulkan Percepatan Listrik Desa
Ariston mengatakan pembangunan jaringan listrik perlu direncanakan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan karakter lingkungan setempat. Penataan yang baik dinilai penting karena Samosir merupakan daerah yang memiliki potensi pariwisata.

“Kami juga berharap penataan kabel dapat menjadi perhatian, sehingga selain memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, jaringan listrik juga tetap tertata, memperhatikan keindahan dan keasrian lingkungan. Ini penting bagi Samosir sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, menegaskan bahwa ketersediaan listrik bukan hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian, mendukung pendidikan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Timur menyebutkan terdapat 117 usulan lokasi Program Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumatera Utara. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum coaching clinic untuk menyelesaikan persoalan perizinan maupun hambatan lainnya agar pembangunan jaringan listrik dapat direalisasikan sesuai target.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menyampaikan bahwa rasio elektrifikasi Sumatera Utara telah mencapai 99,86 persen. Kendati demikian, pemerintah tetap memprioritaskan penuntasan akses listrik di wilayah pelosok untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada 2029.

Untuk 2026, terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Strategi yang diterapkan meliputi perluasan jaringan distribusi, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal, serta PLTS individual.

Feby juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan akses jalan, kepastian data koordinat, penyelesaian izin pemanfaatan kawasan hutan, serta sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kendala lahan dan persoalan sosial dalam pembangunan jaringan listrik.

General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menegaskan kesiapan PLN melaksanakan pembangunan infrastruktur Lisdes di lapangan. Menurutnya, kepastian perizinan dan aksesibilitas menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan lancar dan manfaat listrik dapat dirasakan masyarakat.

Pemkab Samosir menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian ESDM, PLN, serta pihak terkait lainnya untuk menindaklanjuti usulan tersebut. Sinergi lintas sektor diharapkan mempercepat pemerataan akses listrik, terutama bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik.

Pemerataan listrik diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menunjang kegiatan belajar, meningkatkan produktivitas usaha, mendukung pelayanan publik, serta membuka peluang pengembangan ekonomi di wilayah perdesaan.
Pemkab Samosir Usulkan Percepatan Listrik Desa
Bagi Kabupaten Samosir, pembangunan jaringan listrik juga diharapkan mendukung sektor pariwisata dengan tetap menjaga keindahan dan keasrian lingkungan. Namun, realisasi program tetap membutuhkan tindak lanjut terhadap usulan lokasi, kesiapan lahan, penyelesaian perizinan, dan dukungan seluruh pihak terkait.

Melalui Program Lisdes 2026–2029, Pemkab Samosir berharap masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik mendapat perhatian dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan.

Penulis: (S Situmorang)

You might also like
Lembaga Bantuan Rakyat

LABURA adalah lembaga yang bekerja untuk memperluas akses masyarakat terhadap hukum, pendidikan hukum, penelitian, dan pengetahuan hukum.

labura Don't show again Yes, Contact Us!
WA Admin