LABURA.NET | Tradisi Sedekah Bumi atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai Riyoyoan Kampung kembali digelar meriah di wilayah Klakahrejo, Kelurahan Kandangan, Kecamatan Benowo, Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tahunan tersebut diikuti warga RT 03 RW 09 yang berbondong-bondong memadati jalan kampung sejak Minggu pagi. Mengenakan beragam pakaian adat Jawa, warga tampil antusias mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bentuk pelestarian tradisi warisan leluhur.
Suasana kampung tampak berbeda dari hari biasanya. Warga hadir dengan berbagai busana tradisional, mulai dari beskap, kebaya, kain lurik, hingga pakaian khas petani. Keberagaman busana tersebut menambah semarak perayaan sekaligus menghadirkan nuansa budaya Jawa yang kental di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.
Ketua RT 03, M. Samsul, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi yang memiliki nilai spiritual dan sosial bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, atas berbagai nikmat yang telah diterima warga selama satu tahun terakhir.
Menurutnya, rasa syukur tersebut diwujudkan melalui kebersamaan, doa, serta kegiatan berbagi yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
“Warga sangat antusias sekali dengan acara ini. Dari pagi banyak yang sudah berkumpul di GSG Klakahrejo dengan mengenakan pakaian dari berbagai adat Jawa. Ada yang mengenakan beskap, kebaya, lurik, hingga pakaian petani,” kata Samsul.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran warga yang mengikuti kegiatan sejak awal acara. Tidak hanya menjadi hiburan bersama, perayaan tersebut juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk kembali berkumpul dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Sebelum rangkaian kegiatan berlangsung, acara Sedekah Bumi diawali dengan doa bersama yang dipimpin sesepuh kampung dan tokoh agama setempat.
Doa tersebut dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh warga senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Selain itu, masyarakat juga mendoakan agar lingkungan tempat tinggal mereka selalu berada dalam keadaan aman, tenteram, serta dijauhkan dari berbagai bencana dan marabahaya.
Samsul menjelaskan, doa bersama menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tradisi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya berkaitan dengan perayaan budaya, tetapi juga mengandung nilai keagamaan yang terus dijaga oleh masyarakat.
“Sebelum dimulai kita panjatkan doa untuk seluruh warga dan acara bisa berjalan lancar tanpa halangan,” terang Samsul.
Pelaksanaan doa bersama juga menjadi pengingat bahwa tradisi Sedekah Bumi tidak semata-mata berorientasi pada kemeriahan acara. Ada nilai spiritual yang ingin terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui kegiatan tersebut.
Keterlibatan sesepuh kampung dan tokoh agama dalam memimpin doa sekaligus menunjukkan adanya peran masyarakat dalam menjaga kesinambungan tradisi yang telah berlangsung sejak masa para pendahulu.
Bagi masyarakat Klakahrejo, Sedekah Bumi bukan sekadar agenda tahunan atau pesta rakyat. Tradisi ini memiliki makna filosofis yang mengajarkan manusia untuk selalu mengingat asal-usul kehidupan serta menjaga hubungan dengan alam.
Samsul menyampaikan bahwa tradisi tersebut merupakan peninggalan para sesepuh dan leluhur yang harus terus dilestarikan. Nilai utama yang terkandung di dalamnya adalah rasa syukur, kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi.
Ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak dapat dipisahkan dari bumi dan lingkungan alam yang menjadi sumber berbagai kebutuhan hidup.
Bumi telah menyediakan tempat tinggal, sumber pangan, serta berbagai kebutuhan yang menopang kehidupan manusia. Karena itu, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawat lingkungan, bukan hanya memanfaatkannya.
“Tradisi ini adalah warisan dari sesepuh, dari Mbah-Mbah kita dulu. Tujuannya satu, sedekah, berbagi, dan bersyukur. Bumi sudah memberi kita makan, kita harus merawatnya,” jelas Samsul.
Pesan tersebut menjadi salah satu nilai penting yang ingin disampaikan melalui perayaan Sedekah Bumi. Masyarakat diajak untuk tidak melupakan jasa alam dalam kehidupan sehari-hari serta tetap menjaga tradisi saling membantu dan berbagi.
Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola kehidupan masyarakat perkotaan, keberadaan tradisi seperti ini dinilai memiliki arti tersendiri. Kegiatan budaya menjadi salah satu sarana untuk mempertahankan identitas lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai kearifan masyarakat kepada generasi muda.
Penggunaan pakaian adat dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan kembali budaya leluhur. Anak-anak dan generasi muda dapat melihat secara langsung beragam busana tradisional serta memahami pentingnya menghargai peninggalan budaya.
Dengan melibatkan warga secara luas, Sedekah Bumi menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan berbagai kelompok usia dalam satu kegiatan.
Selain menjaga tradisi dan mempererat hubungan sosial, pelaksanaan Sedekah Bumi di Klakahrejo juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Samsul mengatakan, kegiatan tahunan tersebut memiliki potensi untuk ikut mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berada di wilayah Klakahrejo.
Menurutnya, kegiatan yang melibatkan banyak warga dapat menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk dan usaha lokal kepada masyarakat yang hadir.
Keberadaan kegiatan masyarakat seperti Sedekah Bumi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi budaya dan sosial, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk mengembangkan kegiatan ekonominya.
Harapan tersebut menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan kegiatan tahunan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Dengan adanya acara Sedekah Bumi yang diperingati tiap tahun, saya berharap bisa juga memajukan UMKM yang ada di wilayah Klakahrejo,” pungkasnya.
Dorongan untuk memajukan UMKM tersebut sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat. Tradisi lokal dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi wilayah, termasuk produk usaha warga yang mungkin belum banyak dikenal.
Bagi pelaku UMKM, kegiatan yang menghadirkan keramaian masyarakat berpotensi menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pemasaran. Sementara bagi lingkungan kampung, berkembangnya usaha lokal dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat.

Perayaan Sedekah Bumi di RT 03 RW 09 Klakahrejo memperlihatkan bahwa tradisi leluhur masih memiliki tempat penting dalam kehidupan masyarakat.
Kegiatan yang dikemas dengan doa bersama, penggunaan pakaian adat, dan keterlibatan warga menjadi gambaran bagaimana nilai budaya dapat terus dipertahankan melalui kebersamaan.
Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Sedekah Bumi menjadi pengingat tentang pentingnya bersyukur atas rezeki, menjaga lingkungan, menghormati leluhur, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Harapan agar kegiatan ini turut mendorong UMKM juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, warga Klakahrejo tidak hanya merawat warisan budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga berupaya menjadikan tradisi sebagai sarana memperkuat persatuan dan mengembangkan potensi ekonomi lingkungan.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, Sedekah Bumi diharapkan tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat Klakahrejo dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Penulis: (Sigit Santoso)
LABURA adalah lembaga yang bekerja untuk memperluas akses masyarakat terhadap hukum, pendidikan hukum, penelitian, dan pengetahuan hukum.
Don't show again
Yes, Contact Us!